Sisyphus
minggu lalu aku motong celana batikku yg kepanjangan di salah satu bapak tukang jait yg nangkring di jalan cihapit. bapak itu sudah cukup berumur, dan tempat kerjanya terletak di pojokan jalan brantas. Sambil menunggu si bapak menjait celanaku, aku memperhatikan tempat kerja si bapak.
Dia duduk di sebuah kursi dengan jok bulat tanpa sandaran, joknya dialas lagi dengan beberapa lapis busa. Kemudian di depannya ada mesin jahit yang kayunya sudah terkelupas di sana sini. Pas aku mencari cari sumber tenaga mesin jahit itu, koq aku gak ngeliat ada kabel yah..baru ngeh..ternyata itu mesin jait kuno banget yg pake energi kinetik, bukan listrik.
Trus aku mulai memperhatikan si bapak. Dan bertanya tanya dalam hati..Bapak ini sudah begitu tua..berapakah umurnya?sudah berapa lamakah dia mengerjakan pekerjaan ini?sampai kapankah dia akan bekerja seperti ini?kalau dia tidak bekerja lagi, apakah anak cucunya sanggup menanggung biaya hidupnya?
Then suddenly a word (or name :P) blasted my mind like a thunder bolt : SISYPHUS.
Siapakah sisyphus itu? Kutipan dari wikipedia :
Sisyphus was a character in Greek mythology who upset the gods with his extraordinary wisdom. As punishment, he was sentenced to be blinded and to perpetually roll a giant boulder up a mountain to the peak, only to have it inevitably roll back down the mountain into the valley.
In Other words :
Repeat
sisyphus : roll a giant boulder up a mountain to the peak
boulder : roll back down the mountain into the valley
Forever
Pas pertama banget denger cerita itu di buku "Menikmati Filosofi melalui Film Sci-Phi" terbit kasihan dalam hatiku..*ih bahasanya nggilani
*..koq kayaknya kasian banget yah sisyphus..ngerjain sesuatu yang berulang ulang dan dia ga tau kapan bakal selesai..
tapi paragraf berikutnya dari buku itu bikin gue kaget..dibilangin di situ kalo sebenernya hidup kita pun ga jauh beda sama sisyphus..tiap hari bangun,mandi,sarapan,kerja,pulang,tidur untuk kemudian melakukan hal yg sama keesokan harinya. Walau mungkin bedanya kita bisa nyelipin variasi di rutinitas kita, but the big picture is stil the same. Kita melakukan hal yg sama berulang ulang bertahun tahun tanpa tau kapan berhentinya..begitu juga dengan bapak tua penjahit tadi..berpuluh puluh tahun melakukan rutinitas yang sama tanpa tau kapan dia bisa berhenti..
mungkin tanpa kita sadari, kita semua adalah sisyphus..
Reference Links :